Sistem penyambungan pipa yang benar menjadi salah satu aspek penting dalam mengalirkan air. Dan untuk saluran air bersih bersuhu tinggi yang digunakan memenuhi kebutuhan aktivitas sanitasi, anda membutuhkan sistem fitting pipa PPR yang tepat. Pipa PPR sendiri adalah jenis pipa thermoplastik yang bisa digunakan untuk air dingin maupun panas bertekanan. Berikut sistem fitting yang dibutuhkan.
Fitting Pipa PPR
baca juga: 4 Jenis Fitting Pipa HDPE yang Menjadi Aspek Penting pada Jalur Perpipaan
1. Sistem Flange Joint
Jika anda perlu membangun sebuah saluran air yang sifatnya semi permanen, alias yang dapat dibongkar pasang sesuai kebutuhan, maka sistem flange joint adalah yang cocok digunakan untuk penyambungan pipa PPR. Karena mekanisme penyambungannya dilakukan secara khusus untuk tujuan tersebut.
Meskipun begitu, mekanisme flange joint tetap dilakukan dengan model penyambungan polyfusion, khususnya pada bagian yang tersambung secara langsung dengan pipa PPR itu sendiri. Sedangkan di bagian backing ring atau flange dilakukan dengan cara bolt and nut untuk mekanisme penyambungannya.
2. Sistem Penyambungan Polyfusion
Sistem fitting pipa PPR dengan model penyambungan polyfusion pada dasarnya menjadi dasar dari semua sistem lainnya. Jenis aksesoris khusus biasanya dipakai untuk proses penyambungan antara pipa dengan pipa. Dan selama prosesnya dibutuhkan alat polyfusion yang bekerja dengan cara memanaskan bagian dalam aksesoris, serta luar ujung pipa yang hendak disambung.
Apabila sudah cukup panas, baru kemudian bagian ujung pipa disatukan dengan aksesoris. Metode penyambungan yang diterapkan umumnya adalah persenyawaan sempurna, seperti pada pipa HDPE. Sesuai namanya, metode ini memungkinkan bagian sambungan antara kedua pipa menyatu dengan sempurna. Jadi seolah seperti bagian pipa pada umumnya.
Adapun aksesoris yang mendukung sistem penyambungan tersebut beragam. Ada knee, tee, cap, socket atau coupler, elbow, dan masih banyak lagi yang mempunyai satu atau lebih bagian model penyambungan dengan cara polyfusion. Masing masing punya fungsi yang berbeda dalam menunjang sistem fitting pipa PPR, jadi perlu anda perhatikan.
3. Sistem Ulir
Meski cara polyfusion umumnya digunakan untuk fitting pipa PPR, namun bukan tidak mungkin jika produk perpipaan disambung dengan pipa jenis lain. Sistem drat dapat digunakan sebagai mekanisme penyambungannya. Aksesoris jenis drat pada pipa PPR ini mempunyai satu atau dua bagian yang disambung secara polyfusion.
Dan guna mendukung mekanisme penyambungan tersebut, ada beragam varian jenis fitting pipa PPR yang bisa ditemukan. Jenis fitting tersebut di antaranya yaitu tee, knee, elbow, dan socket yang masing masing mempunyai jenis varian drat dalam (jenis female) atau drat luar (jenis male).

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyambungan Pipa PPR
Setelah mengetahui beberapa sistem fitting pipa PPR, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam penyambungannya. Hal ini kurang lebih juga dapat diterapkan untuk proses penyambungan jenis pipa yang lain. Dimana anda perlu memastikan bahwa pipa dan fitting dalam keadaan bersih terlebih dahulu, agar mengurangi potensi terjadinya kebocoran.
Dan dalam membersihkannya sebaiknya hindari penggunaan lap basah. Sebab keadaan lembap akan menyebabkan sambungan menjadi bergelembung dan menimbulkan pori pori. Jadi anda perlu memastikan pipa dan fitting dalam keadaan kering. Selain itu, hindari memutar pipa dalam proses penyambungan agar tidak terjadi fusi pada kedua material.
Itu dia beberapa sistem atau tipe fitting pipa PPR yang bisa digunakan untuk mewujudkan jalur pipa air bersih bertekanan, baik panas maupun dingin. Ada kombinasi beragam aksesoris yang bisa digunakan, memungkinkan pipa PPR dapat disambung dengan jenis pipa lainnya. Tentu sebelum menerapkan perlu memperhatikan beberapa hal seperti disebutkan di atas guna mengurangi potensi kebocoran.
















